Saya yakin anda pasti pernah memakai google. Hampir semua pengguna internet memakai google. Kalau tidak dibilang 100% ya pastilah 99,9999 % menggunakan google. Bahakan 80%dari pengguna internet begitu mulai online yang dibuka pertama kali adalah search engine (google, yahoo, msn atau yang lain) dan 60% dari pemakai search engine memakai google.
Kita bisa memakai google untuk mencari informasi apapun yang kita inginkan. Google siap membantu. Bahkan google dapat membantu kita dalam banyak hal, mulai dari terjemahan, informasi marketing, definisi akan sesuatu hal dan lain-lain.
Lalu apa yang didapat oleh google? Kenapa google sebaik itu ? Apa sih sebenarnya google itu? Apa benar google itu sebuah perusahaan yang sukses? Memang dari mana uangnya? Itulah pertanyaan yang seringkali muncul bagi pengguna internet.
Nah, sebenarnya google adalah sebuah perusahaan. Memang benar google adalah perusahaan yang sukses. Untuk mengetahui dari mana sumber pemasukan google cobalah masuklah ke http://www.google.com/ . Setelah itu ketikkan "rumah ". Apa yang anda peroleh? Sudah pasti informasi tentang rumah. Atau anda ketik "uang" maka anda akan memperoleh informasi tentang uang. Tahukah anda bahwa ketika mengetik uang atau rumah anda memperoleh informasi sebanyak 2 kolom?
Sekarang coba ketik "ayam" atau "bebek". Maka anda akan memperoleh informasi tentang ayam atau bebek sebanyak satu kolom. Atau boleh dibilang yang ada hanyalah kolom kiri saja. Kenapa begitu?
Jawabannya adalah karena sampai sekarang belum ada yang menjual bebek atau ayam lewat internet. Sedangkan rumah banyak dijual lewat internet.
Kolom kiri dari dari hasil pencarian sering disebut halaman organik. Untuk mencapai halaman ini orang tidak perlu membayar ke google. Sedangkan bagian kanan orang harus membayar ke google. Perhatikan bahwa yang di kanan itu pasti berkaitan dengan penjualan atau kebutuhan yang sifatnya urgent (misalnya lowongan kerja).
Dari kolom kanan inilah google mendapatkan uang.
Bagaimana proses pembayarannya? Orang memasang iklan di google seperti orang membeli pulsa.
Misalnya orang membeli pulsa Rp 10.000,-. Setiap sms dikenakan biaya Rp 100,-. Maka sekali sms pulsanya tinggal Rp 9.900,- setelah sms lagi pulsanya tinggal Rp 9.800,-. Begitu pulsa habis maka orang tersebut tidak bisa sms lagi.
Begitu juga dengan memasang iklan di google. Misalnya orang tersebut membayar Rp 100.000,- ke google. Maka orang tersebut akan memperoleh pulsa senilai Rp 100.000,-. Pulsa ini akan berkurang jika ada orang yang mengklik iklan tersebut. Seandainya iklan tersebut tampil dan tidak ada orang yang mengklik maka pulsa tidak berkurang.
Berapa harga per kliknya ? Semuanya tergantung pada kemauan si pemasang iklan. Makin tinggi harga klik maka sering iklan tersebut ditampilkan. Misalnya pemasang iklan sepakat dengan harga Rp 1000,-. Setelah ada orang yang mengklik iklan tersebut maka pulsa tinggal Rp 99.000,-. Jika ada yang mengklik lagi maka pulsa tinggal Rp 98.000,- Begitu seterusnya sampai pulsanya habis. Jika pulsa sudah habis maka iklan tidak akan ditampilkan lagi. Pemasang iklan ini sering disebut adword.
Perhtikan bagan berikut :
Adword ========> google =======> search engine
Adword ========> google =======> adsense
Untuk baris pertama anda mungkin sudah paham. Pemasang iklan (adword) membayar google, akhirnya google menaruh iklannya di search engine, maksudnya jika ada orang yang mencari lewat google langsung maka orang akan menemukan iklan ini.
Untuk baris kedua, google menaruh iklannya di web orang lain. Orang yang ditumpangi ini mendapatkan bagi hasil keuntungan dengan google. Akan tetapi sampai sekarang orang belum tahu berapa % bagiannya. Apakah 50%-50% ? atau hanya 70% - 30%? Google masih merahasiakan.
Wah enak donk kalau kita menjadi melakukan bisnis adsense? Ya asalkan kita bisa mengoptimalkan web kita supaya banyak pengunjungnya. Yang jelas jika kita berbisnis adsense, maka kita tidak boleh mengklik iklan sendiri. Google punya cara tersendiri untuk mendeteksi ini. Jika ketahuan maka anda akan dipecat oleh google.
Untuk mempelajari bagaimana anda belajar bisnis adsense anda bisa mengklik di sini :
uang panas atau antimiskin
Senin, 18 Mei 2009
Kamis, 12 Maret 2009
Internet Marketing dan Berbagai Isu
Akhir-akhir ini di Indonesia sangat berkembang tentang Internet Marketing. Banyak sekali orang yang mencoba mempelajarinya, tapi tidak sedikit yang gagal. Ada pula orang yang tidak tahu tentang internet marketing, walaupun setiap hari memakai internet. Bahkan ada yang tidak mau tahu. Ada juga orang yang takut menjalankan internet marketing dengan berbagai alasannya, misalnya takut kena tipu. Hal ini dikarenakan dalam perdagangan di internet (internet marketing) penjual dan pembeli tidak pernah bertemu secara langsng.
Dalam setiap perkembangan teknologi selalu saja ada orang yang antusias, tetapi ada juga yang takut menggunakannya. Dulu saat telpon ditemukan, orang-orang banyak yang ketakutan memakainya. Ada isu bahwa telepon bisa menyebakan orang menjai tuli, ada juga yang mengatakan penyakit jenis tertentu bisa menyebar melalui telepon.
Ketika TV berwarna mualai ada banyak bermunculan isu yang tidak bertanggung jawab, ada yang mengatakan TV berwarna tidak baik untuk kesehatan mata, dsb.
Isu tersebut mungkin ada benarnya, tetapi kita harus tetap bisa menghindarinya. TV berwarna mungkin bisa merusak kesehatan mata kalau menontonnya terlalu dekat. Atau mungkin seharian penuh kita menonton selama sebulan.
Mungkin saaat ini berkembang isu, banyak orang yang kehilangan uang banyak melalui internet. Ada yang rekeningnya dijebol orang melalui internet. Ada yang kartu kreditnya dijebol orang melalui internet.
Kalau hanya sekedar kehilangan uang di internet, saya kira itu wajar saja jika orang tersebut kurang hati-hati. Misalnya terlalu banyak berbelanja lewat internet, atau dia terlalu terburu-buru untuk memperoleh keuntungan yang muluk-muluk tanpa memperhatikan program itu wajar atau tidak, logis atau tidak.
Mungkin ada orang yang rekeningnya dijebol oleh orang lain melalui internet. Misalnya jika orang tersebut punya internet banking dan paswordnya diketahui orang lain. Atau jika anda masih tetap takut punya internet banking coba buat rekening lebih dari satu. Untuk yang ada internet bankingnya saldonya jangan banyak-banyak sehingga anda merasa aman. Jika saldo mulai banyak segera pindahkan ke rekening yang tidak ada internet bankingnya.
Ini hanya usaha saja supaya anda merasa aman. Kalau saya tetap berani menggunakan innternet banking walaupun saldonya banyak. Toh selama ini juga tidak pernah kehilangan uang secara tidak wajar. Yang ada malah saldo selalu bertambah melalui internet marketing.
Jika anda ingin sukses, pelajari internet marketing. Kalau ada sedikit yang pahit-pahit, anggap saja itu biaya belajar.
Langganan:
Postingan (Atom)